Resolusi Tidak Harus di Awal Tahun !!!

Sekarang hampir memasuki semester 2 di tahun 2022. Tidak terasa ya. Bagaimana, awal tahun 2022 lalu sudah merencanakan resolusi apa saja? Apa kabar resolusi 2021? Berapa persen tercapai? 50%? 75%? Mungkin ada yang bisa berprestasi dengan mencapai semua resolusi, atau justru tidak ada satupun. Tidak apa-apa. Namanya juga rencana, kalau bisa terwujud alhamdulillah, kalau belum tercapai kita bisa coba lagi. Selagi masih ada waktu.

Di awal tahun banyak orang yang gencar membuat rencana perubahan dengan maksud menjadikan hidup mereka menjadi lebih baik. Tapi kalau ada diantara kalian yang bertanya kapan kita harus mulai membuat resolusi, jawabannya bukanlah saat awal tahun. Karena memulai suatu kebaikan bisa dilakukan kapan saja. Bahkan hari ini, detik ini.

Nah, ayo kita ngobrol-ngobrol sedikit tentang resolusi yang mungkin bisa kita mulai dari sekarang. Kalau kadang kita suka muluk-muluk dalam membuat resolusi, bagaimana kalau kita jadikan lebih sederhana? Dan yang pasti resolusi ini bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja. Nah, kira-kira apa saja resolusi itu? Yuk kita simak.

1. Bangun Pagi

Source : https://hellosehat.com/

Jangan anggap sepele kebiasaan bangun pagi. Faktanya, bangun pagi akan membuat kita lebih bersemangat dalam beraktivitas. Kita jadi lebih siap menghadapi hari, dan menjadikan kita pribadi yang lebih optimis. Jadi kalau alarm sudah berbunyi, pantang dimatikan lalu tidur lagi ya.

2. Olahraga Teratur

Source : https://sportourism.id

Bayangkan saja. Di era milenials ini olahraga saja bisa dilakukan secara online (e-sport), lalu apa manfaat olahraga yang sebenarnya? Terlepas dari tren yang sedang marak saat ini, olahraga yang dimaksud di sini adalah olahraga secara fisik. Menggerakkan badan, sesekali menimbulkan rasa lelah dan membuat badan berkeringat. Entah dilakukan saat pagi atau sore hari, olahraga secara teratur akan memberikan segudang manfaat. Selain membuat badan menjadi lebih bugar, yang artinya akan sangat menunjang kita dalam beraktivitas, olahraga juga bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih bersemangat. 

3. Atur Pola Makan

Source : https://www.aarp.org/

Generasi milenials katanya suka dengan segala sesuatu yang instan. Termasuk untuk urusan makanan. Akhirnya mie instan pun seperti jadi primadona untuk mengisi hari-hari. Terlebih lagi untuk teman-teman di tanah perantauan. Mie instant seperti jadi senjata di saat-saat genting. Saat lapar tapi mager, saat akhir bulan, bahkan saat bosan dengan semua jenis makanan. 
Tidak hanya mie instant, junk food juga selalu jadi incaran kala diskon melanda. Bahkan bisa setiap hari hanya makan nasi dan ayam goreng. Dimana sayur? Dimana buah?
Efek junk food memang tidak terasa dalam jangka pendek, tapi kalau terlalu sering, apalagi tanpa diimbangi dengan olahraga, lemak jenuh dan kalori yang menumpuk akan membuat kondisi tubuh menjadi kurang prima. Jadi boleh saja sesekali makan junk food, tapi dengan porsi wajar dan diimbangi dengan gaya hidup sehat.

4. Perbanyak Minum Air Putih

Source : women-fit.com

Kalau tadi kita membahas tentang junk food, maka erat sekali hubungannya dengan minuman bersoda. Kalau memang ingin memulai kebiasaan baik, coba kita kurangi mengonsumsi minuman bersoda. Kalaupun kita tidak bisa mengonsumsi jus buah setiap hari, setidaknya perbanyaklah minum air putih. Sederhana sekali. Dengan cukup memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari, kita akan merasakan bagaimana tubuh terasa bugar dan kita akan lebih fokus dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Bahkan banyak minum air putih juga dipercaya bermanfaat baik  untuk kesehatan kulit looh. Nah, untuk teman-teman para kaum hawa, ini nih cara sederhana supaya selalu tampil cantik alami. Jangan lupa minimal 8 gelas air putih setiap hari.

5. Tidur Tepat Waktu

Source : https://www.educenter.id/

Ini erat kaitannya dengan poin nomor 1 di atas. Kalau kita ingin bangun pagi, maka biasakan untuk tidur tepat waktu. Setidaknya maksimal jam 10 malam. Itu akan cukup untuk kita bangun sebelum jam 5 pagi. Kalau memang tidak ada alasan penting untuk bergadang, segeralah berbaring di tempat tidur, pejamkan mata. Tips sederhana saat kita memang ingin tidur tepat waktu adalah dengan menyingkirkan ponsel jauh-jauh. Kadang ponsel yang ada di dekat tempat tidur akan membuat kita tergoda untuk membukanya, mengecek notifikasi dari semua media sosial yang kita miliki. Maka langkah awal yang bisa kita lakukan adalah dengan menyalakan mode air plane, matikan lampu kamar, berbaring dan tidur. Easy! Tapi dengan mode air plane secara tidak langsung merubah mind set kita bahwa tidak akan ada notifikasi yang masuk.

6. Rutin Merapikan Kamar

Source : https://www.magiclean.co.id/

Setelah lelah beraktivitas seharian, tentu saja kamar adalah tempat yang akan membasuh semua beban yang kita bawa dari luar rumah. Maka kita harus memastikan bahwa tempat istirahat akan menjadi tempat yang nyaman, bukan justru membuat emosi memuncak saat melihatnya berantakan ketika kita pulang. Jadi biasakan untuk merapikan tepat tidur di pagi hari, sehingga ketika kita tiba di rumah, kamar yang nyaman siap menyambut dan memanjakan kita.

Nah, itu dia resolusi sederhana yang bisa kita lakukan mulai hari ini. Mudah dilakukan, tapi mudah juga kita lalai untuk konsisten melakukannya. Jadi ayo kita bersama-sama memulai resolusi ini. Mulai hari ini.

GUCI - A GIFT FROM NATURE

Foto : Dokumentasi Pribadi

Guci adalah salah satu wanawisata yang ada di Kabupaten Tegal. Tepatnya di Desa Guci Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal. Guci merupakan kawasan pegunungan di bawah kaki Gunung Slamet. Lokasinya yang berada dekat dengan Gunung Slamet menjadikan Guci sebagai salah satu wilayah dengan beragam potensi karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya.

Didukung dengan panoramanya yang indah khas pegunungan, suasana Guci yang sejuk juga sangat cocok dijadikan sebagai destinasi pelepas rasa lelah dari hiruk pikuk perkotaan. Apalagi di Guci kita dapat menemukan salah satu wisata yang sangat jarang ditemui di banyak tempat, yaitu pemandian air hangat alami. Dengan berendam air hangat, tubuh menjadi rileks dan siap untuk diajak beraktivitas Kembali.

Selain pemandian air hangat yang telah menjadi ikon utama dari Wanawisata Guci, wisata memetik buah stroberi juga dapat menjadi salah satu aktivitas menyenangkan bagi keluarga. Setelah memetik buah stroberi kita bisa langsung menimbang dan membayarnya. Di kebun buah stroberi, selain menikmati buah stroberi segar, tersedia juga beragam olahan buah stroberi seperti jus, pudding, milkshake dan aneka dessert.

Kuliner khas Tegal lainnya yang bisa kita nikmati adalah sate kambing muda, sate kelinci, soto tauco dan gorengan tahu aci. Semua itu bisa kita dapatkan di sepanjang jalan sekitaran Pasar Guci. Selain itu bagi ibu-ibu juga pastinya akan sangat dimanjakan dengan deretan sayuran segar yang dijajakan  di sepanjang jalan. Sayuran-sayuran itu masih sangat segar karena langsung dipetik dari kebun. Secara harga pun lebih terjangkau karena mereka yang berjualan mayoritas adalah petani sayuran itu sendiri. Oleh-oleh khas Guci seperti manisan papaya dan cermai pun cocok untuk kita bawa pulang.

Bagi keluarga yang ingin menghabiskan liburan di Kawasan Guci, jangan khawatir. Sudah tersedia juga banyak penginapan keluarga yang dapat menjadi tempat nyaman menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. Salah satu tempat penginapan yang direkomendasikan adalah penginapan yang terletak tepat di sebelah pusat pemandian air panas Guci-Ku. Dengan menginap di tempat tersebut, pengunjung bebas untuk menikmati segala fasilitas yang ada di pemandian. Termasuk outbound untuk anak-anak dan orang dewasa.

Jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak berkunjung ke Guci. Ayo ke Guci, dan nikmati keindahan alam, kelezatan kuliner, serta beraga wisata seru lainnya.

Ayo Sulap Kamar Kost Kamu Jadi Istana Mungil Yang Indah

Source : Pinterest
Ulalaaaa... Sekarang saya sudah jadi anak kost beneran. Kalau selama tinggal di Jogja kurang lebih 2,5 tahun saya tinggal ngontrak rumah bersama teman-teman, tiba juga saatnya untuk hidup sendiri. Ada beberapa perbedaan yang saya rasakan. Selain dengan sedikitnya ruang gerak (karena hanya bisa mondar-mandir di kamar), sekarang kalau pulang kerja sudah tidak ada lagi yang diajak ngobrol karena sekarang cuma sendiri. But it's okay. Buat saya ini saatnya untuk benar-benar belajar mandiri. Walaupun kadang saya sedikit ngeri kalau misal bangun kesiangan karena tidak ada yang membangunkan (karena saya tipikal orang yang kalau kecapekan trus tidurnya kaya kebo), atau kalau nanti tiba-tiba saya sakit dan tidak ada yang membantu saya (biasanya ada yang bantuin saya kerokan tiap masuk angin). Ya, begitulah kurang lebih perbedaannya. Tapi dengan hanya tinggal di satu ruang yang tidak terlalu besar, saya akan punya waktu luang lebih banyak karena biasanya saat bersih-bersih ada banyak ruangan yang harus diurus.

Nah, kira-kira apa saja ya yang bisa kita lakukan supaya kamar kost yang sempit bisa selalu rapih, bersih dan wangi? (kaya baju aja). Yuk coba tips-tips berikut ini :D

1. Jangan Menyimpan Terlalu Banyak Barang

Source : Pinterest
Hai para anak kost. Janganlah kalian tergoda beli barang ini-itu, beli baju ini-itu, beli sepatu ini-itu. Selain akan menguras tabungan, membeli banyak barang yang belum tentu bermanfaat hanya akan menambah sumpek kamar kostmu yang mungil. Cobalah untuk memperhitungkan kemanfaatan dari setiap barang yang ada dalam kamar kostmu. Jangan sampai kamu tergoda membeli banyak barang namun hanya dipakai sekali kemudian tergeletak begitu saja. Akan makin banyak barang tak bermanfaat di dalam ruanganmu, dan tentu saja hal itu akan mengganggu keindahan serta kenyamanan kamar.

2. Gunakan Properti Portable Multifungsi


Source : Pinterest
Jangan sepelekan pemilihan setiap perlengkapan/properti yang akan memenuhi kamar kost kalian. Memakai properti portable adalah salah satu pilihan certas. Kenapa? Tentu saja karena properti portable biasanya memiliki ukuran yang minimalis, mudah dipindahkan, dan mudah dibongkar pasang. Hal tersebut akan sangat membantu saat kita hendak pindah kost-kostan. Dengan ukuran yang tidak terlalu memakan tempat, properti portable juga sangat khas dengan kapasitas penyimpanan yang tidak diragukan lagi. Kalau sekiranya lemari pakaian akan memakan banyak tempat, cobalah untuk memakai gantungan baju portable. Sebagai tambahkan kita bisa menggunakan storage/box sehingga kamar akan jauh dari kesan berantakan karena semua barang sudah terorganize rapih di dalam box sesuai kategori barang. Rak portable dengan desain susun vertikal juga bisa menjadi opsi untuk menyimpan buku atau pernak-pernik lainnya tanpa memakan banyak tempat.

3. Hindari Menjemur Pakaian di Dalam Kamar

Source : Pinterest
Seperti yang kita tahu, tidak semua kost memiliki ruang yang cukup untuk menjemur pakaian. Alhasil kadang kita harus menjemur pakaian di dalam kamar kost. Kalau ini sebaiknya jadi pertimbangan saat awal mencari kost. Selain pakaian tidak kering maksimal, menjemur di dalam kamar kost juga akan membuat udara di dalam kamar menjadi lembab. Aroma tak sedap pun akan sangat mengganggu. So, jangan sepelekan untuk urusan cucian yaa.

4. Pentingnya Kebersihan Kamar Mandi

Source : Pinterest
Saat memilih kost biasanya ada dua opsi kamar mandi, yaitu kamar mandi dalam dan kamar mandi luar. Kalau kalian adalah orang yang sangat mengutamakan kenyamanan dan privasi, tentu saja kamar mandi dalam adalah pilihan yang oke. Tapi kalau kalian mencari kost dengan budget yang lebih terjangkau, tidak salah juga memilih kost dengan kamar mandi luar. Kalau kalian memilih kamar mandi luar, pastikan ada jadwal petugas bersih-bersih kamar mandi. Karena kalau hanya mengandalkan satu sama lain pasti kegiatan bersih-bersih hanyalah wacana. Hal itu bisa jadi bencana karena kamar mandi yang kurang terawat bisa jadi sarang penyakit. 

Biasanya ada kamar mandi yang menyediakan bak mandi permanen dan ada juga yang hanya memakai ember. Kalau saya pribadi sebenarnya lebih suka kamar mandi tanpa bak air permanen. Kenapa? Tentu karena akan lebih mudah untuk membersihkan kamar mandi. Tak perlu susah-susah menguras bak mandi, dan tentu saja kamar mandi akan terasa lebih luas. Walaupun tetap saja ada sisi negatifnya karena tanpa bak mandi, kita tidak bisa menampung air dengan kapasitas banyak.

5. Gunakan Tempat Sampah Mungil

Source : Pinterest
Pengaruh terhadap psikologi terhadap seseorang tidak cuma berlaku pada keranjang belanjaan. Ingat kan kalau ternyata ukurang keranjang belanja di swalayan sangat memberikan pengaruh kepada seseorang saat berbelanja? Makin besar ukuran keranjangnya, maka akan makin banyak barang yang terbeli. Begitu juga dengan tempat sampah. Semakin besar tempat sampahmu, maka akan semakin banyak sampah yang kamu timbun.

Itu adalah alasan mengapa menggunakan tempat sampah kecil menjadi solusi supaya menghindarkanmu dari kebiasaan buruk menimbun sampah. Dengan ukuran yang lebih kecil dan kapasitas yang lebih sedikit, itu akan sedikit memaksamu untuk membuang sampah setiap hari. Tidak percaya? Bagaimana kalau segera kita coba.

6. Buat Indah Kamarmu Dengan Tanaman

Source : Pinterest
Tidak salah juga untuk menempatkan beberapa pot tanaman kecil untuk membuat suasana dalam kamarmu semakin sejuk. Kaktus atau monstera kecil dan tanaman dedaunan lain bisa ditempatkan di sudut ruangan atau di atas rak ambalan yang tertempel di dinding. Dijami warna hijau tersebut akan membuat moodmu oke dan anti stress.

Kost sweet kost. Begitulah. Kost memang merupakah rumah kedua, dan jadi tempat istirahat buat kita dari aktivitas yang melelahkan seharian. Jadi sangat dianjurkan buat kita bisa menciptakan suasana yang mendukung supaya kita bisa jadi anak kost yang lebih produktif. Setuju?

Tips Liburan Akhir Tahun Ketika Budged Minim


Banyak orang yang menjadikan akhir tahun sebagai satu momen istimewa. Bukan hanya karena akan ada acara kembang api, tetapi karena akhir tahun memang identik dengan libur panjang. Dan kalau ada libur panjang, itu artinya kita bisa bersantai atau melakukan hal-hal baru. Atau jalan-jalan ke tempat yang belum pernah dikunjungi. 

Keinginan untuk bisa menikmati libur akhir tahun dengan cara yang berkesan membuat orang berbodong-bondong menabung. Mempersiapkan keuangan supaya libur akhir tahun yang diidam-idamkan dapat terwujud. 

Tapi terkadang di tengah-tengah jalan terdapat banyak hambatan. Ada-ada saja permasalahan yang timbul dan mengharuskan kita untuk membobol tabungan liburan. Alhasil, ketika akhir tahun tiba, kita tidak punya budget yang cukup untuk merealisasikan rencana di akhir tahun.

Jangan khawatir dulu. Karena sebenarnya ada banyak cara untuk membuat libur akhir tahun yang lumayan panjang jadi lebih berkesan. Dan yang pasti tidak akan membuat kita pusing memikirkan dana yang harus dikeluarkan.

Berikut beberapa tips supaya liburan dengan budget minim bisa memberi kesan luar biasa :

  1. Salurkan hobi. Beruntung bagi kamu yang punya hobi murah. Karena faktanya, ada beberapa hobi yang dicap sebagai hobi mahal. Contohnya : naik gunung, nge-mall, ngafe, wisata kuliner, dll. Dan ada juga hobi yang bisa dibilang ekonomis karena tidak membutuhkan budget banyak untuk melakoninya. Misal olahraga, berkebun atau beres-beres rumah. Dengan dana yang tidak bikin leher tercekik, kita bisa membuat liburan jadi menyenangkan melalui hal-hal yang kita sukai. Bagi yang suka memancing, mungkin bisa menghabiskan waktu liburan dengan memancing. Lagipula, modal memancing tidak terlalu mahal kalau sudah punya alat-alatnya. Yang hobi masak, coba jadi anak yang baik di rumah. Kalau biasanya ibu yang memasak, sekarang saatnya ambil bagian. Eksplor resep-resep yang bisa membuatmu jadi seperti koki profesional.
  2. Movie marathon. Jangan salah, ada banyak loh film-film lama yang masih asik ditonton sampai sekarang. Bahkan teman-teman pasti punya film favorit yang ngga bakal bikin bosen meski ditonton berpuluh-puluh kali. Kalau saat liburan tidak punya dana yang mencukupi untuk nonton di XXI, mungkin kalian bisa coba buka-buka lagi file lama di komputer. Pantengin film-film lama yang bisa bikin kalian terbang ke masa lampau. Pasti ada dong film yang bikin kalian ingat dengan momen momen tertentu. Contoh aja. Kalau saya nonton Twilight, jadi ingat sama teman-teman SMP. Kalau nonton Luci, jadi ingat sama teman yang hobi nonton film science fiction. Dan nonton Chibi Maruko Chan bikin ingat sama teman-teman SD jaman dulu. Masih banyak lagi film yang mengingatkan saya sama masa-masa tertentu. Dan mungkin kalian juga begitu.
  3. Baca buku. Siapa tahu kalian pengin di awal tahun baru punya banyak pengetahuan baru. Baca buku juga bisa jadi cara ampuh supaya libur panjang lebih bermanfaat. Jalan-jalan ke toko buku dan beli buku yang menarik. Kalau tidak ada dana untuk membeli buku, jangan khawatir. Stay calm. Kalian masih bisa pergi ke perpustakaan daerah. Di sekitar tempat kalian pasti ada perpustakaan umum yang menyediakan banyak pilihan bacaan. Keren kan kalau kalian bisa memanfaatkan waktu di libur panjang untuk membaca.
  4. Kemping ceria. Kalau bicara soal kemping, jangan mikir muluk-muluk dulu. Kemping tidak harus di bumi perkemahan. Tidak pula harus di puncak atau gunung. Karena sebenarnya yang namanya kemping itu menghabiskan waktu (menginap) di luar ruangan. Cukup bermodalkan tenda, makanan dari lemari es dan minuman hangat. Kita bisa buat tenda di kebon milik tentangga barangkali. Atau oke juga semisalkan kita berjalan sedikit lebih jauh untuk mendapatkan tempat yang tidak terlalu dekat dengan pusat keramaian, plus punya pemandangan indah. Dijamin libur akhir tahun dengan kemping ceria yang murah bisa bikin kita semakin ceria menyambut tahun baru.
  5. Menata ulang kamar. Kalau teman-teman sudah mulai merasa bosan dengan suasana kamar, mungkin di hari libur yang panjang kalian bisa mulai mengambil inisiatif untuk merubah sedikit tampilan kamar. Barangkali ingin mengganti warna cat kamar atau merubah posisi perabotan yang ada. Suasana baru biasanya bisa mendatangkan semangat baru loh. Siapa tahu semangat baru kalian bisa muncul dari tatanan ruang yang baru.
  6. Jelajah wisata lokal. Tidak ada peraturan yang menetapkan kalau yang namanya piknik itu harus jauh atau harus ke luar kota. Piknik juga tidak harus ke objek wisata yang popularitasnya sudah sampai ke ujung dunia. Karena sebenarnya tujuan dari piknik itu sendiri adalah untuk mendapatkan kesenangan. Asal kita senang, itu sudah cukup. Jadi jangan ragu untuk berwisata lokal saat libur panjang tiba. Kadang kita terlalu fokus pada destinasi yang jauh, sampai-sampai lupa kalau di sekeliling kita ada deretan tempat keren yang juga pantang untuk dilewatkan. Selain budget yang dikeluarkan tidak terlalu mengeringkan dompet, piknik di objek wisata lokal juga bisa membantu mengembangkan atau setidaknya mengenalkan potensi pariwisata di wilayah sekitar kita.
  7. Jalin kembali silaturrahim. Pasti ada masa di mana kita teramat sibuk sampai-sampai tidak punya waktu untuk berkumpul kembali dengan teman-teman lama. Nah, biasanya pada akhir tahun banyak di antara orang-orang di perantauan yang memilih untuk pulang kampung. Pada kesempatan itu kita bisa mencoba untuk mengunjungi teman-teman lama. Atau buat saja acara reuni kecil-kecilan. Jangan sampai padatnya aktivitas membuat kita kehilangan kesempatan untuk dapat menjalin kembali hubungan kekerabatan di masa lampau. Pasti menyenangkan kalau bisa menghabiskan akhir tahu dengan bernostalgia bersama kawan-kawan lama.
Itu dia beberapa hal yang bisa kita lakukan supaya libur akhir tahun dengan budget minim terasa lebih menyenangkan. Dan yang pasti, semua hal yang kita lakukan bisa membawa dampak positif buat diri kita dan orang lain. Liburan itu ngga harus mahal, gaes. Biarpun budget minim, tapi kita tetap bisa mendapatkan liburan akhir tahun yang berkesan. Output : bahagia maksimal :D

Mengapresiasi Diri Sendiri

Ada yang bilang kalau hidup ini tidak adil. Seperti minggu ke senin yang hanya butuh waktu 24 jam, sementara dari senin ke minggu kita butuh waktu 6 hari. Sometime life is so unfair. Tapi tidak sepenuhnya begitu. Kadang hal yang timpang tidak harus kita hardik, tetapi perlu kita bantu menyeimbangkan. Seperti 5 hari kerja yang akan dibayar oleh 2 hari libur. Maka manfaatkanlah 2 hari itu dengan sebaik mungkin. Itu adalah hadiah untuk kalian yang sudah mencurahkan tenaga dan pikiran dalam waktu sepekan. 

Tapi ngomong-ngomong, sebenarnya penting tidak sih memberikan hadiah untuk diri sendiri?

Mungkin beberapa orang tidak menganggapnya penting, atau bahkan hal itu tidak terlintas sama sekali di dalam pikirannya. Tidak ada yang salah tentang anggapan penting tidaknya akan hal tersebut. Semua punya perpektif masing-masing.

Kalian setuju tidak pada kalimat yang menyebutkan bahwa kita harus mencintai diri sendiri lebih dulu sebelum mencintai orang lain? Kalau kalian termasuk orang-orang setuju hal itu, mungkin kalian akan setuju juga bahwa menghadiahi sesuatu untuk diri sendiri adalah salah satu hal yang penting. Ya, itu adalah bentuk apresiasi kepada diri sendiri. Orang lain akan menghargai kita ketika kita bisa menghargai diri sendiri. Fisik dan batinmu adalah dua sisi yang mungkin kadang saling berkomunikasi dan bahkan terkadang saling bertentangan. Tidak percaya kalau fisik dan batin itu bisa saling berkomunikasi dan saling tawar-menawar? Contoh kecil saja, ketika kamu berpikir harus menyelesaikan semua pekerjaanmu, tapi di satu sisi kamu menyadari bahwa tubuhmu meminta beristirahat. Lalu kamu bimbang. Di saat itulah fisik dan pikiranmu sedang saling tawar-menawar.

Anggap saja kalau kalian adalah orang-orang yang setuju bahwa mengapresiasi diri sendiri itu penting.

Lalu kira-kira hadiah apa yang bisa diberikan sebagai bentuk apresiasi untuk diri kita? Mungkin kurang lebih seperti ini. Mari disimak (jangan lupa sruput kopinya).

1. Istirahat

Source : https://www.littlestaraba.org/

Kita ini manusia biasa yang punya batas kemampuan fisik. Aturan makan 3 kali sehari dan tidur 8 jam itu bukan sesuatu yang diada-ada, tetapi itu memang sesuatu yang dibutuhkan tubuh untuk dapat membuat semua organ bekerja dengan optimal. Percayalah, kesehatan itu hal yang tak ternilai harganya. Tubuhmu berhak untuk beristirahat untuk diajak berlari kembali mengejar mimpi-mimpimu.

2. Me Time

Source : https://cnve24.com/
Manusia hakikatnya adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya tidak bisa lepas dari interaksi dengan manusia lain. Atau bisa dibilang komunikasi itu adalah salah satu kebutuhan manusia. Karena dengan berkomunikasi seseorang bisa menyampaikan apa yang diinginkan untuk mencapai suatu tujuan. Tapi di sisi lain setiap orang selalu membutuhkan ruang sendiri. Dengan me time memungkinkan seseorang untuk bisa melihat ke dalam dirinya. Paparan dari dunia luar seringkali membuat kita lupa akan tujuan utama atau prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam hidup kita. Maka ini adalah saatnya untuk kembali fokus pada tujuan utama yang telah ditetapkan agar tidak hilang langkah. Bahkan me time juga dipercaya bisa mengembalikan energi yang terkuras setelah melakukan interaksi dengan dunia luar.

3. Makanan Favorit

Source : https://www.listchallenges.com/
Punya makanan favorit? Bergegaslah pergi ke tempat makan favoritmu dan pesan menunya. Walaupun makanan favoritmu adalah sesuatu yang tidak bisa dinimkati setiap hari karena (mungkin) harga yang bisa membuatmu hanya makan sehari sekali, atau karena tempat yang jauh, dan karena alasan-alasan lain yang membuatmu tidak bisa memaknnya sering-sering, ini adalah waktu yang tepat untuk memanjakan lidahmu. Terlebih lagi ketika nafsu makanmu sedang hilang karena sudah kenyang dengan segala permasalahan, maka makanan favorit akan jadi penolong yang cukup ampuh.

4. Nonton

Source : https://time.com/
Baik nonton film atau nonton konser, intinya cobalah untuk mencari seseuatu yang bisa sejenak mengalihkan kepenatan yang sedang dirasakan. Duduk di dalam bioskop yang dingin dengan ruang gelap dan layar besar akan cukup untuk membuatmu merasakan suasana berbeda. Atau pergi menonton konser band favoritmu. Bisa ikut bersenandung tanpa ada orang yang menghardik suaramu. Faktanya teriakan bisa membantu melepaskan beban yang terpendam dan membuat perasaanmu lebih baik.

5. Liburan
Source : https://www.travelzoo.com/
2 hari dalam sepekan nampaknya cukup untuk digunakan pergi ke luar kota (bukan luar negeri). Kalau sudah menyisihkan sedikit tabungan, bolehlah digunakan untuk berlibur, mencari suasana baru. Lari ke hutan atau belok ke pantai, meninggalkan hiruk pikuk kota. Merelaksasikann pikiran dan badan. Bisa berlibur dengan teman-teman ataupun sendirian. 

6. Explore Hobi

Source : https://iso.500px.com/
Punya hobi yang akhirnya harus terpendam karena kesibukan rutinitas? Ayo segera bangun dan bergegas kesana. Kemana? Tentu saja ke dalam duniamu. Hobimu adalah dunia yang membuatmu jadi diri sendiri, seutuhnya. Tuntutan ativitas mungkin telah merubah dirimu, membuatmu lupa pada apa-apa yang membuatmu merasa 'hidup'. Jadi sekarang adalah saatnya menjadi dirimu seutuhnya dengan melakukan segala sesuatu yang kamu sukai. 

7. Pulang
Source : http://www.travelingislanders.com/
Edisi spesial untuk anak rantau. Ketika kamu mulai rindu rumah, pulanglah. Tak perlu berpikir lama-lama. Keluarga telah membuktikan kekuatan cintanya yang selalu jadi sumber utama semangat dalam menjalankan hari-hari yang kadang tidak mudah. Melihat senyum orang tua, melihat tawa saudara-saudara, tidur di kamar yang lama ditinggalkan, bernostalgia dengan teman satu gang, atau menyantap makanan favorit yang tidak bisa ditemui di tanah rantau. Segera pesan tiket keretamu, berkemas dan pulanglah.

Intinya, aku, kamu, kita, diciptakan dengan begitu istimewa. Tuhan anugerahi kita fisik, batin dan pikiran. Maka sayangilah, jagalah. Agar kamu hidup, agar kamu bisa mengajak orang lain untuk tetap hidup.

Hindari Melakukan Hal Ini Saat Berkedara

Sumber : Marisa Febrilian

Bisa sangat terasa saat ini, volume kendaraan meningkat drastis, terutama di kota-kota besar. Kemacetan dimana-mana dan yang pasti semakin banyak juga angka kecelakaan lalu lintas. Di balik musibah yang menimpa para pengguna jalan, ternyata ada beberapa faktor penyebab yang terkadang kita abaikan. Kira-kira apa saja hal yang perlu kita hindari saat berkendara di jalan umum agar tidak merugikan pengguna jalan lain? Yuk kita simak bersama.

1. Lampu Isyarat

Sumber : http://clipartix.com/motorcycle-clipart-image-8593/

Jangan pernah mengabaikan hal yang satu ini. Tidak sedikit kecelakaan fatal yang disebabkan oleh kekeliruan dalam menggunakan lampu isyarat kendaraan. Beberapa orang sering melamun saat berkendara, sehingga lupa untuk bersiap-siap menyalakan lampu isyarat saat akan berbelok atau menepi. Alhasil ketika lampu isyarat dinyalakan secara mendadak akan membuat pengguna jalan di sekitarnya merasa terkejut. Efek kejut tersebut bisa menimbulkan bahaya di jalan. Rem mendadak bagi pengguna jalan lain adalah satu-satunya pilihan. Tapi tahu apa yang terjadi? Bisa saja pengendara di belakangnya tidak sigap untuk mengimbangi pengendara di depannya. Akan sangat mungkin terjadi kecelakaan beruntun akibat kelalaian menggunakan lampu isyarat.

Ada yang lebih mengesalkan ketimbang lupa menyalakan lampu isyarat, yaitu ketika seseorang menyalakan lampu ke kanan ternyata belok ke kiri. Atau bahkan orang yang sebelumnya telah menyalakan lampu isyarat dan lupa mematikannya. Terlihat sepele, tapi tetap saja hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan bahaya di jalanan.

2. Mengoperasikan Ponsel

Sumber : https://www.deccanherald.com/

Seharusnya memang ada himbauan keras bahwa pengemudi kendaraan dilarang mengoperasikan ponsel di jalan. Walaupun terkadang memang ada beberapa alasan yang menyebabkan seseorang harus menatap layar ponselnya sembari mengemudi. Contohnya, membaca pesan yang sifatnya darurat atau membaca rute google maps. Tapi tetap saja hal tersebut tidak dianjurkan. Akan lebih baik kalau pengemudi menepi terlebih dahulu apabila hendak mengoperasikan ponselnya, pun ketika menggunakan maps. Membagi pandangan saat berkendara di jalan memang kurang baik. Tak jarang ketika kita melihat ke kaca spion barang sedetik saja ada kemungkinan hal tak terduga terjadi, apalagi ketika kita lama melihat layar ponsel dan mengabaikan apa yang ada di jalan.

3. Merokok

Sumber : https://macgyverisms.wonderhowto.com/

Hanya ada satu pertanyaan yang melintas ketika melihat seorang pengguna jalan yang merokok sambil berkendara, "Apa dia tidak pernah tahu bagaimana rasanya abu putung rokok masuk ke dalam mata?". Ini adalah hal yang paling menjengkelkan. Pasalnya tidak jarang orang yang merokok sambil berkendara membuang abu atau bahkan putung rokoknya sembarangan tanpa peduli bahwa di sekitar mereka ada orang lain. Merokok sambil berkendara dapat membuat abunya berterbangan dan sangat mungkin mengganggu pandangan pengemudi yang lain (khususnya pengemudi motor). Tahu apa yang lebih parah? Tidak sedikit juga orang yang membuang putung rokok yang masih menyala begitu saja. Mungkin tidak pernah terlintas dalam pikirannya kalau putung rokok yang masih menyala itu akan membahayakan pengguna jalan lain. Jadi bagi teman-teman yang kadang merokok sambil berkendara, cobalah untuk menjadi lebih bijak demi kenyamanan bersama.

4. Membuang Sampah / Meludah

Sumber : http://lingkungan.lovelybogor.com/

Saat tidak sedang berkendara saja kita harus membuat sampah pada tempatnya, apalagi saat berkendara? Membuang sampah atau meludah sembarangan juga sebaiknya tidak dilakukan saat berkendara. Selain mengotori jalanan, hal tersebut juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan yang lain. Bayangkan kalau ada seseorang yang membuang sampah, atau bahkan meludah ketika sedang berkendara dan mengenai pengendara yang lain. Bayangkan kalau itu terjadi pada teman-teman. Jadi cobalah untuk menahan sebentar. Simpan dulu sampahmu, kemudian buanglah di tempat yang sudah disediakan.

5. Menggunakan Earphone

Sumber : http://www.slate.com/

Tidak ada yang salah sebenarnya menggunakan earphone saat berkendara. Tapi kalau teman-teman menggunakan earphone untuk mendengarkan musik selama perjalanan, pastikan agar volumenya tidak terlalu keras agar tetap dapat mendengar suara di sekeliling. Suara yang kita dengan dapat memberikan gambaran situasi saat itu. Seperti isyarat klakson yang kadang memperingatkan kita saat sedang berkendara. Bahkan bisa menyelamatkan kita saat ada bahaya yang mengancam di jalan. Ya, karena memang klakson adalah satu-satunya isyarat suara yang dapat membantu kita selama berkendara di jalanan.


Itu dia beberapa hal yang sebaiknya kita hindari saat berkendara di jalanan umum. Selain demi keselamatan diri sendiri, hal tersebut juga dapat memberikan keselamatan bagi banyak orang. Dan yang pasti keadaan akan menjadi lebih kondusif tanpa menimbulkan kerugian serta bahaya bagi orang lain.

Selamat berkendara, safety first!

Rekomendasi Cafe di Jogja




Jogja, kota pelajar, kota budaya, kota gudeg dan masih banyak lagi julukan yang diberikan kepada kota tersebut. Siapa yang menyangka kalau saya akan tinggal di Jogja sekarang. Antara senang dan galau sebenarnya. Kenapa senang? Kenapa galau? Yang pasti saya senang karena pada akhirnya seorang Hana yang anak rumahan bisa berkelana keluar dari kota kelahirannya. Mungkin waktu itu Allah bilang, "Sekarang sudah saatnya kamu keluar. Mencari sesuatu yang berbeda. Biar kamu bisa merasakan bagaimana hidup jauh dari orang tua. Biar kamu merasakan bagaimana harus mengurus semua kebutuhan hidup sendiri. Supaya kamu tahu betapa berartinya orang-orang yang saat ini tinggal jauh darimu. Dan yang pasti ucapan-ucapanmu yang selalu bilang ingin tahu rasanya mudik menjelang lebaran."

Oh Allah, Kau memang Mahabaik. Kau kabulkan kata-kataku yang tanpa kusadari pun menjadi do'a yang kini Kau ijabah. Alhamdulillah.

Itu hanya prolog. Kembali lagi ke judul.

Ternyata Jogja itu bukan cuma kota pelajar, buka cuma kota budaya. Di sini juga ada banyak hal-hal unik yang mestinya jadi julukan lain dari kota Jogja.

Dari sekian tahun (weiiitsss kaya udah puluhan tahun aja) tinggal di Jogja, akhir-akhir ini lagi sering banget jalan-jalan, menghafalkan jalanan Jogja yang (terus terang) sulit untuk dipahami. Seperti hatinya. Ciiiieeee...

Dan dari jalan-jalan tanpa tujuan itu jadi sering nemu tempat-tempat yang asik buat nongkoron (sebut saja cafe). Dari beberapa kafe yang pernah saya kunjungi, ayo coba kita ulas satu-satu. Siapa tahu besok-besok kalian mau main ke Jogja bolehlah cobain datang ke salah satu tempat ini.

1. SILOL Cafe and Eatery

Lokasinya ada di Jl. Suroto, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta. Sebenarnya kafe ini hadir belum lama, dibandingkan dengan ratusan kafe lain yang ada di Jogja. Tapi tiba-tiba.... BOOOMMMM! Mendadak kafe ini jadi idola semua kalangan, apalagi untuk para pecinta motor antik. Karena ketika kita masuk ke dalam kafe tersebut, kita akan mendapati deretan motor gede yang dipajang rapi dalam ruangan bersekat kaca. Ada juga mobil VW dan motor vespa yang bisa kita coba naiki dan menjadi spot foto. Selain itu, tempat yang luas memungkinkan bagi kita untuk melakukan satu even di cafe tersebut. Kafe tersebut tersusun atas 3 lantai yang dijamin bisa menampung orang-orang satu desa.

2. EKOLOGI

Tidak akan menyesal datang ke tempat ini. Tak cuma dimanjakan oleh aneka minuman yang disediakan, kafe yang ini adalah yang paling saya sukai karena arsitekturnya 'saya banget'. Rasanya sejuk sekali saat masuk ke dalam kafe ini. Bukan hanya sejuk karena pendingin ruangannya, tapi karena di tiap-tiap meja dan sudut ruangan ada tanaman-tanaman di dalam pot yang bikin moodmu oke.

Atau untuk kalian yang ingin langsuh bersentuhan dengan udara segar, coba untuk menikmati sisi outdoor kafe tersebut. Kalian akan menemukan dinding-dinding yang dihiasi tanaman merambat, rumput hijau, pohon rindang dan gemercik air mancur. Bayangkan betapa sejuknya tempat itu. 

Tapi sedikit saran, untuk teman-teman yang menghidari asap rokok lebih baik pilih tempat yang indoor saja. Karena yang outdoor memang dikhususkan untuk smoking area. 

Oh ya! Kafe ini juga menyediakan workspace yang berada di lantai dua. Kalau kalian ingin mencari suasana yang lebih nyaman untuk mengerjakan tugas kantor atau kuliah, cocok sekali tempat yang satu itu. Apalagi dengan dilengkapi wifi berkecepatan super, mencapai 100 Mbps. Kurang apalagi coba?

3. GYA CAFE

Ini adalah salah satu cafe favorit saya. Kenapa? Karena cafe ini berlokasi dekat dengan sebuah masjid di wilayah Demangan. Tepatnya ada di samping gedung RRI. Jadi tidak perlu khawatir kalau waktu sholat tiba.

Bisa dibilang ini adalah cafe yang paling sering saya kunjungi. Kenapa? Karena selalu ada promo setiap hari. Apabila teman-teman datang di antara jam 11 siang sampai jam 6 sore, akan ada harga khusus untuk beberapa menu. Wifi di tempat ini juga lumayan kencang. Ditambah dengan tempatnya yang terbuka membuat udara lebih segar. Kalau kalian membutuhkan peralatan seperti kabel rol dll, mereka siap membantu. Tahu sendiri kan jaman sekaran colokan listrik itu lebih penting daripada semangkok bakso panas.

4. JEEVA

Kalau menurut saya tempat ini lebih cocok untuk nongkrong-nongkrong cantik. Gimana engga? Settingan tempatnya memang terlihat lebih feminim dibandingkan cafe cafe yang lain. Kopi di tempat ini bisa dibilang yang terbaik yang pernah saya coba. Cocok jadi tempat kumpul bersama teman-teman. Apalagi tersedia juga desert yang rasanya sangat enak. Pilihan menu camilannya juga lengkap.

5. SINERGI.CO

Cafe yang satu ini hadir belum lama. Sekitar bulan Januari 2018. Tempatnya tidak jauh dari Gya Cafe. Terus terang tempat ini memiliki desain tempat dan interior yang paling saya sukai. Perpaduan antara interior kayu dan tanaman di banyak sudut ruangan memberikan kesan segar dan tidak membosankan. Apalagi dengan disediakannya meja bundar yang mengelilingi pohon palm di tengah ruangan.

Selain tempat yang luas dan bernuansa menyejukkan, Sinergi juga menyediakan beberapa ruang-ruang kecil yang bisa digunakan untuk rapat atau berbagai forum. Tersedia fasilitas meja panjang, kursi dan TV LCD yang bisa menunjang kegiatan presentasi. Cocok sekali bagi teman-teman yang ini mengadakan rapat dengan suasana berbeda.


Nahh... Itu dia beberapa cafe yang bisa menjadi rekomendasi bagi teman-teman saat berkunjung ke Jogja. Sebenarnya cafe di Jogja ada sangaaaat banyak. Dan beberapa yang saya review adalah cafe yang memang pernah saya kunjungi. Kalau teman-teman punya rekomendasi cafe lainnya, coba komen di bawah. Nanti setelah saya kunjungi mungkin bisa masuk ke dalam tambahan list postingan ini.

Kampung Edukasi Watu Lumbung

Sumber : http://panduanwisata.id

Bermula dari perjalanan kami ke Grojogan Lepo di daerah Dlingo, Bantul. Di luar ekspektasi, air terjun yang biasanya berair deras dan berwarna biru tosca saat itu sedang surut dan airnya agak keruh. Mungkin karena cuaca memang sedang agak kering walaupun sudah masuk akhir Oktober. Rencana untuk berenang atau sekedar bermain air pun kami urungkan.

Kemudian teman saya teringat satu hal. Ia penasaran sekali dengann  salah satu kuliner khas bernama sego degan. Sego degan itu sendiri artinya adalah nasi degan (kelapa). Jadi nasi tersebut dimasak dengan menggunakan air kelapa, dan ditanak di dalam buah kelapa utuh. Di atasnya diberi tambahan telur. Lalu nasi dikukus atau dapat juga dipanggang sampai matang.

Karena sangat penasaran dengan makanan tersebut, akhirnya teman saya yang satu itu mencoba mencari referensi. Sampai muncullah satu tempat yang disebut Watu Lumbung. Tak mau menunggu lama, akhirnya kami langsung memutuskan untuk pergi ke lokasi.

Melewati jalan Parangtritis, setelah tiba di Jembatan Kretek ambil belokan ke kiri. Sekitar 500 meter kemudian belok kiri lag. Di sini jalan mula menanjak. Dan tanjakannya lumayan curam juga. Kemiringan mungkin lebih dari 90 derajat. Tapi untungnya akses jalan di situ lumayan bagus. Tak banyak jalan berlubang.

Awalnya kami dibuat bingung dengan suasana yang begitu sunyi. Jauh dari pemukiman penduduk. Padahal tempat tersebut berlabel "kampung", tapi mana penduduknya? Mana rumah-rumahnya?

Ketika jalan makin menanjak, mulai nampak deretan gubug-gubug kayu yang nampaknya masih dalam proses pembangunan. Namun suasananya tak jauh beda, masih tetap sepi. Bahkan kami sempat melihat ada deretan bangunan serupa, namun lebih tertutup dengan atap dan pintunya pula. Ternyata itu adalah sebuah home stay, ada tulisannya pada papan kayu.

Karena tak menjumpai satu orang pun, kami sempat ragu, apakah akan melanjutkan perjalanan atau kembali turun. Tapi penasaran juga rasanya. Sudah jauh-jauh datang tapi langsung pulang?

Pada 500 meter berikutnya kami menemui sebuah bangunan yang juga terbuat dari kayu, mirip seperti bangunan-bangunan yang kami jumpai sebelumnya. Hanya saja tempat ini nampak lebih menonjol. 

Dan benar saja. Sesaat kemudian kami berjumpa dengan seorang pria paruh baya yang biasa dipanggil Mbah Boy. Rupanya beliau adalah salah satu atau bisa dibilang tokoh utama dalam terbentuknya Kampung Edukasi Watu Lumbung.

Kami disambut dengan sangat ramah, walaupun beberapa saat sebelum Mbah Boy tiba kami sudah disambut oleh seekor anjing pemburu berwarna hitam yang (kalau tidak salah) bernama Selby. Rupanya Selby memang selalu bersikap seperti itu terhadap orang yang baru dilihatnya. Wajar saja. Namanya juga anjing penjaga.

Bersama Mbah Boy. Fotonya gelap. Waktu itu hari sudah malam. Setelah hujan reda, bersiap pulang

Kami berbincang-bincang tentang banyak hal. Tentang lingkungan, tentang budaya, tentang pendidikan, sampai tentang logistik dan pangan. Mbah Boy menjelaskan, bahwa untuk konsep Kampung Edukasi itu sendiri adalah untuk mendorong timbulnya kreativitas masyarakat, serta untuk dapat mengkomunikasikan kepada masyarakat tentang pengetahuan yang ada di alam. Misalnya tentang bagaimana kita mendayagunakan apa yang ada di alam, dan tentang bagaimana kita memberikan timbal balik kepada alam.



"Kampung Edukasi Watu Lumbung bukanlah sebuah tempat wisata," begitu tutur Mbah Boy.

Baginya, Kampung Edukasi Watu Lumbung memang tidak diperuntukkan bagi mereka yang ingin berwisata. Tetapi kampung ini bisa menjadi tempat atau wadah bagi semua insan yang datang dengan membawa pengetahuan, kreativitas dan maksud atau tujuan yang mampu memberikan manfaat. 

"Apa yang membawa kalian kemari?" kurang lebih begitu pertanyaan dari Mbah Boy.

"Jadi sebenarnya kami penasaran dengan sego degan." dijawab dengan polosnya.

"Di sini kami tidak menjual sego degan. Sego degan hanya disajikan sebagai bentuk apresiasi bagi mereka yang datang dengan satu tujuan mulia."

Ya, nampaknya kami harus sedikit berlapang dada, karena memang sego degan tidak diperjual-belikan di sini. Jadi apabila teman-teman ingin menikmati sego degan, teman-teman bisa datang dengan membawa minimal tiga buku bacaan yang bisa disumbangkan. Kebetulan di Watu Lumbung ini juga terdapat sebuah taman baca yang buku-bukunya pun diperoleh dari para pengunjung. Tapi dengan satu syarat. Buku yang disumbang haruslah buku yang sudah dibaca. Nantinya kita juga akan dimintai untuk membuat resensi buku tersebut. Jadi jangan coba-coba membawa buku bersegel yang sengaja kita beli untuk menukarnya dengan sego degan. 

Tapi jangan khawatir. Kalau teman-teman merasa lapar dan ingin makan sesuatu, teman-teman bisa mendapatkannya di sini. Tapi jangan harap kalau teman-teman bisa memesan makanan kemudian menunggunya disajikan. Segala sesuatu butuh usaha, broh!

Salah satu sudut di Kampung Edukasi Watu Lumbung

Jadi ketika ada tamu yang ingin makan sesuatu, mereka dibebaskan untuk untuk memasak apa yang mereka inginkan. Di situ sudah tersedia berbagai jenis sayur-sayuran, beraneka bumbu dapur pun tersedia. Peralatan memasak? Jangan ditanya. Semua lengkap. Tapi kita harus siap berhadapan dengan kompor tungku yang selalu butuh perhatian khusus.

Membuat api di dalam tungku agar tetap menyala itu susah. Sama susahnya dengan menyalakan api pertama kali. Ternyata ada teori dan harus pakai perasaan. Tapi berkat arahan dan bantuan Mbah Boy, api pun berhasil menyala dan kami siap memasak.


Sudah disediakan beragam bumbu yang siap dimasak

Bahan makanan dan perlengkapan juga lengkap

Susahnya membuat api di tungku

Jadi menu makan sore hari itu adalah lalap daun singkong, daun ketela dan daun kenikir. Pasangannya adalah sambal bawang. Menu kedua ada telur dadar. Dan menu ketiga ada tempe orek dengan resep khas dari Mbah Boy. Walaupun harus bercucuran keringat dan air mata (efek asap dari tungku) tapi benar-benar menyenangkan sekali ketika kita bisa menikmati hidangan yang bersumber dari lingkungan sekitar. Ini adalah poin penting yang harus diedukasikan oleh masyarakat. Tentang bagaimana mendayagunakan alam dan lingkungan.

Makanan siap disantap

Kami menikmati makan sore di halaman rumah Mbah Boy. Kata Mbah Boy senja di situ bagus. Tapi sayang karena saat itu cuaca sedang mendung. Jadi sore hari terasa lebih dingin dengan anginnya yang lumayan kencang. Mungkin lain waktu kami harus datang kembali. Saat cuaca cerah pastinya.

Oh ya, walaupun pengerjaan Kampung Edukasi Watu Lumbung ini baru 40%, tapi kita tetap bisa memanfaatkan tempat ini untuk beragam kegiatan. Tempat ini tidak disewakan, tapi apabila teman-teman memiliki satu acara atau project yang bermanfaat, teman-teman bisa langsung menghubungi Mbah Boy. Dijamin kalian akan bisa melakukan banyak aktivitas bermanfaat di tempat ini.

Salah satu perpustakaan yang ada di Kampung Edukasi Watu Lumbung

Lalu bagaimana dengan cost saat berkunjung, makan dan menggunakan fasilitas di tempat ini?

Tenang. Pengunjung tidak dipatok biaya. Semuanya bersifat sukarela. Asalkan bisa memberi manfaat.

Jadi, apa masih ragu untuk datang ke tempat ini? Percayalah. Semua pengalaman yang akan teman-teman peroleh bisa menjadi satu bekal bagi diri sendiri dan mungkin bagi banyak orang. Hanya apabila kita mampu mengambil setiap hikmah dan pelajaran di dalamnya.

Untuk profile lengkapnya bisa coba klik video di bawah ini


Pesona Gunung Lawu via Candi Cetho


Sudah membaca ulasan tentang perjalanan saya waktu ke Candi Cetho beberapa waktu silam? Kali ini perjalanan saya tidak hanya berhenti di Candi Cetho. Tapi kita akan lanjutkan lebih ke atas lagi. Ke Candi Ketek? Tidak hanya sampai di situ. Kita akan terus ke atas, ke atas dan ke atas sampai ke puncak!!!


Puncak? Apa ini serius? Ya, ini serius. Dan ini benar-benar menjadi perjalan yang luar biasa berkesan. Ingin tahu cerita lengkapnya? Mari kita simak kisah suka duka (meski lebih banyak dukanya ketimbang sukanya).

Ini dimulai ketika salah seorang teman saya, sebut saja dia Si Koboi Lajang, merencanakan perjalanan ke timur. Meskipun rencana awal sempat berpikir untuk pergi Gunung Merbabu, namun meeting point di Magelang sedikit membuat saya keberatan. Karena nyali saya tidak cukup tangguh untuk mengendarai motor sampai ke sana. Jadi tujuah sudah diputuskan. Kita akan ke Lawu via Candi Cetho.



Rupanya tidak hanya Si Koboi Lajang. Ada juga dua teman saya yang lain. Sebut saja Mr. J dan Mr. Sam. Sejujurnya, saat akan memulai perjalanan kondisi fisik saya sedang kurang fit. Tapi tidak mungkin sekali kalau saya membatalkan diri untuk tidak ikut. Jadi dengan sedkit rasa nekad kami berangkat pada hari sabtu pagi (19-08-2017).

Perjalanan dimula dari Jogja jam 06.00, dan kami tiba di basecamp Candi Cetho jam 09.30. Setelah istirahat beberapa saat, kami langsung melakukan registrasi pendakian. Pukul 10.30 kami langsung start dari basecamp lalu berangkat. 

Ini adalah kali pertama bagi saya berjalan tanpa membawa beban di punggung. Tapi beban saya berpindah ke pundak kanan karena membawa tas selempang. But it's ok. Mengingat rute yang lumayan terjal membuat saya sulit membayangkan, apa jadinya kalau saya membawa carrier sendiri.



Perjalanan dari basecamp ke pos 1 memakan waktu sekitar 45 menit dengan trek yang masih agak landai walaupun di beberapa sisi kami menemui tanjakan yang cukup terjal. Di pos 1 kita menemui sebuah gubuk kecil yang bisa menjadi tempat berteduh. Di dalamnya juga terdapat mata air mengalir dalam paralon yang terbuka.


Dari Pos 1 menuju pos 2 kita akan melihat pos bayangan, atau saya lebih suka menyebutnya pos 1 1/2. Lebih banyak jalur landai di sini, jadi bisa sedikit menghemat tenaga. Waktu tempuh dari pos 1 menuju pos 2 sekitar 50 menit. Istirahat hanya sebentar dan kami kembali melanjutkan perjalanan mengingat hari mulai siang. Kami menargetkan untuk bisa tiba di pos 5 sebelum maghrib.



Trek menuju pos 3 semakin menanjak, dan saya semakin kualahan. Padahal tidak berat beban yang saya bawa. Mungkin ini karena kondisi tubuh yang sudah lumayan lama dimanja dengan duduk berlama-lama di kursi, kurang olahraga dan makan yang kurang teratur. Saya menyesal karena tidak mempersiapkan perjalanan kali ini dengan baik. Tapi bisa juga ini terjdi karena kondisi fisik yang memang sedang kurang sehat. Ya, ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi.


Di antara perjalanan menuju setiap pos, trek menuju pos 4 adalah yang paling kejam menurut saya. Bagaimana tidak? Di sini jalannya selalu menanjak. Dan hampir tenaga saya habis. Bahkan setiap sepuluh langkah saya meminta istirahat. Nafas saya engap, seperti mau putus. Entahlah, seperti sudah hilang kesadaran dan entah akan bisa melanjutkan atau tidak.


Untungnya kakak-kakak baik hati itu tidak henti membuat gurauan-gurauan yang membuat saya tidak bisa menahan tawa meski dengan kepala yang berdenyut-denyut. Begitu tiba di pos 4 saya meminta untuk istirahat lebih lama. 

Kabut yang lumayan tebal sempat menyelimuti, sampai mengundang titik-titik air yang awalnya saya kira gerimis. Ternyata itu air dari kabut yang terasa sangat segar. Ya, sedkit menyegarkan pikiran.

Perjalanan dari pos 4 menuju pos 5 adalah trek yang menryenangkan dengan pemandangan indah dan udara yang segar. Tidak hanya itu. Sinar matahari sore juga bisa sedikit mengusir rasa dingin yang dirasakan sepanjang perjalanan. Ada satu sabana kesacil dan satu sabana besar. Indah sekali, ditambah dengan cuaca cerah dan angin yang berhembus pelan.





Sampai akhirnya kami pun tiba di pos 5. Sudah ada dua tenda yang berdiri. Masih ada tempat yang cukup luas. Sangat luas bahkan. Di pos 5 ini sabana besar terbentang seperti karpet berbulu yang lembut. Hari mulai gelap, dan setelah tenda berdiri kami mulai bersiap untuk memasak. Sayangnya, kondisi badan yang kurang sehat membuat saya hanya bisa meringkuk di dalam tenda. Angan-angan ingin memasak sayur sop pun musnah. Kini giliran para kakak yang membuatkan makan malam buat saya. Maaf sekali, hehehe...

Sebelum tidur kami sempat membuat api unggun dan berbincang dengan pendaki lain. Rencana untuk melihat bintang hilang sudah karena udara yang sangat dingin. Bahkan di dalam tenda kami dapat mendengar suara angin bergemuruh seperti pesawat hendak lepas landas. Dan malam itu, dingin jadi sahabat yang setia, tak mau pergi. Bahkan menyelip lewat celah-celah mana saja.

Dan ini adalah kali pertama bagi saya bisa tidur dengan sangat pulas. Percayakah kalau saya sampai bermimpi? Itu benar-benar terjadi, walau saya lupa apa yang ada dalam mimpi. Tapi setidaknya saya bisa mengobati rasa kantuk setelah sehari sebelumnya saya sangat kurang tidur.

Jam 6 pagi, setelah meneguk segelas teh panas kami langsung melakukan summit. Lagi-lagi kondisi tubuh saya bermasalah. Mountain sickness, atau para kakak menyebutnya mabok gunung. Perut mual dan nafas engap. Selalu seperti itu. Membuat perjalanan menuju Warung Mbok Yem terasa penuh sensasi. Tapi begitu tiba di sana terbayar sudah rasa lelah. Gorengan, teh panas dan nasi pecel. Maka nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?






Tapi rupanya tantangan tidak berhenti sampai di situ. Karena begitu melihat puncak yang sesungguhnya saya cuma bisa menelan ludah. Benarkah di atas sana? Dalam batin saya ingin menjerit dan berlari pulang ke rumah. Tapi itu hanya ada dalam benak. Dan satu-satunya hal yang harus saya jalani adalah terus berjalan. Meski lagi dan lagi saya harus berhenti untuk istirahat.




Setelah perjalanan yang membuat hati menangis, akhirnya tiba juga di puncak. Tugu di ketinggian 3.265 mdpl menyambut dengan bendera merah-putih berkibar di ujungnya. Siapa yang menyangka kalau saya akan bisa berada di tempat setinggi itu? Melihat ke bawah, ternyata memang tinggi.

Tak lama berada di puncak, lalu kami memutuskan untuk kembali turun. Perjalan turun tak seberat perjalanan saat naik. Tapi tetap saja, lutut selalu jadi sasaran rasa sakit saat turun  gunung. Tapi dengan bantuan sebuah tongkat kayu (ajaib) bisa sedikit mengurangi beban di lutut.

Kembali tiba di pos 5, Si Kowboy Lajang dan Mr. J membongkar tenda dan beres-beres. Sementara saya dan Mr. Sam membuat camilan. Mie goreng, tempe goreng dan sambal kecap. Mantap sekali.

Tepat jam 12.30 kami langsung bergegas turn. Kembali menyusuri trek yang kami lalui ketika berangkat. Tapi perjalanan turun lebih cepat. Nafas saya tidak engap lagi walaupun ada nyeri-nyeri di lutut.

Sayangnya Si Kowboy Lajang sempat cidera lututnya. Tapi berungtung tidak lama kemudian kondisinya sudah membaik. 


Dalam perjalanan turun kami sempat beristirahat di bawah pos 3. Di situ ada mata air yang mengalir deras dan sangat menyegarkan. Bahkan airnya bisa langsung diminum karena sangat jernih. Membuat kopi dan membasuh tangan, mencuci muka. Sangat menyegarkan. Lumayan lama kami beristirahat di sini. Dan setelahnya kami kembali melanjutkan perjalanan karena hari sudah mulai sore.

Tiba di basecamp, kami berencana untuk mengambil foto di gerbang candi cetho. Sayang, waktu itu pintu pagar sudah ditutup. Jadi kami hanya bisa berpose di depan pagar pintu masuk.





Usai maghrib kami langsung pulang, melanjutkan perjalanan menuju Jogja. And that's all.

Kalau ditanya bagaimana kesannya, tentu saja luar biasa. Bagaimana tidak? Setelah setahun lebih tidak pernah beraktivitas fisik macam itu, tiba-tiba langsung dihadapkan dengan medan yang (katanya) landai. Katanya. Padahal.... -_-