Dianjurkan Untuk Tidak Memakai Kacamata Saat Melakukan Aktivitas Ini


Punya mata min (-) atau (+) ? Jika memang demikian, kalian pasti harus memakai kacamata untuk membantu penglihatan. Selain untuk membaca, menulis atau berhadapan dengan monitor komputer, penderita gangguan mata yang sudah lumayan berat pun harus memakai kacamata sepanjang hari selama melakukan aktivitas. Tapi tahukan teman-teman kalau ada aktivitas yang tidak menganjurkan kita memakai kacamata? Yuk disimak.
  1. Mandi. Bagaimanapun juga tidak akan ada orang yang mencoba mandi dengan memakai kacamata. Selain karena kacamata tidak terlalu dibutuhkan saat mandi, memakainya pun justru bisa sangat mengganggu. Bayangkan saja ketika sedang mandi dan hendak membasuh muka? Sudah pasti si kacamata akan membuat segalanya jadi berantakan. Belum lagi kalau sedang keramas dan shamponya tak sengaja menetes dari ramput dan masuk ke mata. Kita akan kerepotan saat harus membasuhnya dengan air. Jadi dianjurkan sekali untuk tidak memakai kacamata saat mandi.
  2. Mengemudi sepeda motor saat hujan. Ketika mengendarai sepeda motor, sudah pasti kita diwajibkan untuk mengenakan helm. Selain untuk keselamatan saat berkendara, helm juga bisa menyelamatkan kita dari undang-undang lalu lintas. Sayang kan kalau harus ditilang karena tidak mengenakan helm. Sementara saat hujan kita bisa merasakan bahwa suhu udara di balik helm jelas lebih hangat dibandingkan suhu bagian luar helm. Hal tersebut membuat kacamata kita berembun dan semakin menganggu penglihatan. Jadi jika kita memiliki penglihatan yang kurang baik, hindari berkendara sepeda motor saat hujan lebat.
  3. Makan bakso, soto atau mie. Ketiga makanan yang disebutkan barusan adalah tiga makanan yang menjadi belahan jiwa bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Makanan berkuah yang sangat lezat jika disantap saat masih panas. Kalau kita bicara tentang panas, kita akan berbicara dengan uap. Apabila teman-teman biasa mengenakan kacamata saat beraktivitas, sangat dianjurkan untuk melepasnya segera. Kenapa? Karena ketika kita menundukkan kepala menghadap ke arah makanan yang masih panas tersebut, otomatis lensa kacamata akan langsung buram seperti berembun karena uapnya. Coba saja lakukan.
  4. Minum minuman panas. Sama halnya dengan makanan di atas, minuman yang panas pun akan menganggu penglihatan. Coba saja ambil secangkir kopi panas. Sebelum meminumnya, teman-teman pasti akan meniup kopi tersebut. Saat itulah kacamata akan langsung buram dan semakin tak nyaman untuk digunakan. Walaupun efeknya tidak lama, tapi tetap saja menganggu.
  5. Foto. Kalau sekedar selfi menggunakan kamera ponsel tidak jadi masalah. Tapi kalau kamera yang digunakan sudah memakai feature lampu flash, akan lebih baik jika tidak memakai kacamata. Terkadang jika memakai kacamata hasil yang diperoleh justru akan nampak mengecewakan karena pantulan cahaya pada lensa kacamata.
  6. Olahraga. Walaupun tidak ada larangan memakai kacamata saat berolahraga, tapi nyatanya hal tersebut akan terasa menganggu ketika tubuh banyak bergerak. Jika ukuran kacamatanya pas, dipakai untuk berlari atau push up mungkin tidak masalah. Tapi jangan sekali-kali memakai kacamata saat harus melakukan roll depan atau roll belakang. Pengalaman yang pernah terjadi adalah kacamata yang dikenakan patah karena tekanan saat melakukan gerakan. Sedangkan saat berenang kita justru dianjurkan untuk memakai kacamata, tapi kacamata yang harus kita pakai adalah kacamata renang. Ingat! Kacamata renang. Bukan yang lain :D
  7. Menggendong anak kecil. Kalau anak kecil yang digendong masih berusia beberapa bulan tidak jadi masalah. Tapi kalau usianya hampir memasuki satu tahun dan mulai aktif bergerak, waspadahal sedikit. Si anak mulai punya keinginan untuk memegang segala hal disekelilingnya. Dan kacamata yang digunakan pun akan menjadi salah satu sasarannya.
  8. Tidur. Kalau yang satu ini semua orang juga tahu. Tidak mungkin ada orang yang dengan sengaja memakai kacamata saat akan tidur. Yang ada hanyalah orang yang kelupaan. Mungkin sedang membaca sambil berbaring di atas kasur kemudian ketiduran. Hal ini juga sering terjadi pada orang-orang yang memiliki jam kerja tinggi. Saat niatnya hanya istirahat sebentar di tengah pekerjaan yang menumpuk, tapi akhirnya tubuh yang lelah menghendaki untuk tidur. Jadilah tak sempat melepas kacamata.
Bagaimana? Setuju? Atau mungkin ada yang kurang dan perlu ditambahkan dari daftar aktivitas di atas? Tapi yang pasti, kita harus mengutamakan kenyamanan. Jangan sampai si kacamata yang niatnya membantu justru menganggu. Walaupun lensa kontak sudah hadir sebagai alternatif bagi para penderita gangguan penglihatan, tapi kacamata masih tetap menjadi idaman karena penggunaannya lebih mudah tidak membutuhkan cara-cara khusus.

Kehabisan Ide Menulis? No Way!


Menulis itu bukan sekedar merangkai huruf menjadi kata dan merangkai kata menjadi kalimat. Tapi menulis itu juga harus punya sesuatu yang akan disampaikan. Percuma kalau kita menulis banyak kalimat tapi semuanya tidak memiliki makna. Hanya sebuah tulisan kosong maksud saya.

Nah, lalu bagaimana cara agar kita bisa tetap menulis walaupun sedang kehabisan ide? Sebenarnya tulisan itu tidak melulu tentang pengetahuan. Banyak juga tulisan-tulisan yang bisa kita buat dengan tujuan lain. Tulisan yang bisa menghibur, tulisan yang bisa memberi motivasi, tulisan yang sekedar untuk berbagi pengalaman, serta masih banyak lagi hal yang bisa kita tuangkan dalam tulisan.

Biasanya, saat otak sedang cemerlang dan dibanjiri ide, kita akan dengan mudah menemukan topik tulisan. Itu adalah masa-masa emas yang tidak boleh dilewatkan seorang penulis, apalagi oleh penulis blog yang ingin blognya selalu up to date.

Tulislah apa saja ide yang menghinggapi kepala. Kalaupun saat itu sedang tiduran, segeralah bangkit dan tuangkan ide tersebut. Ide yang cemerlang tidak menghinggapi kepala setiap saat. Kadang dia datang tiba-tiba, dan pergi pun tiba-tiba. Jangan sampai terbesit rasa malas untuk menulis ketika kondisi pikiran kita sedang jernih. Bisa jadi dari pikiran yang jernih itu kita bisa menghasilkan karya yang luar biasa hebat.

Lalu, apa yang mesti kita lakukan kalau kita kehabisan ide menulis? Penulis juga bisa menemukan titik buntu loh. Tidak bisa dipungkiri kalau penyebab utama habisnya ide adalah karena suasana hati yang kurang baik. Kalau mood sudah kacau, hasrat untuk menulis pun ikut lenyap. Bahkan hal-hal menarik di sekeliling kita pun luput dari pandangan. Nah, bagaimana mensiasati hal ini?

Saat pikiran sedang kacau, coba untuk duduk santai  sambil bersandar. Atau coba istirahatkan tubuh dengan berbaring di atas tempat tidur. Jangan lupa siapkan musik-musik dengan alunan nada yang sedikit klasik, atau putar lagu apapun yang kalian suka. Pejamkan mata, nikmati alunan musiknya. Kalau fisik kalian merasa lelah, mungkin kalian akan tertidur. Tapi kalau saat itu hanya perasaan kalian yang sedikit tak tenang, setelah melakukan hal ini kalian pasti akan merasa lebih baik. Dan biasanya setelah melakukan hal tersebut, mood kita akan segera kembali. 

Ide menulis itu bisa datang dari mana saja. Tapi untuk memulai membuat sebuah karya, hal pertama yang harus bisa dikendalikan adalah mood kalian. Itu sebabnya, saya anjurkan untuk bisa mengontrol emosi terlebih dahulu saat hendak menulis. Dengan mood yang stabil, kalian akan bisa melihat sesuatu dengan cara pandangan yang luas.

Selain mengendalikan suasana hati, kalian juga harus mulai memperhatikan sesuatu, entah itu sesuatu yang besar atau sesuatu yang kecil sekalipun. Lihat dengan seksama hingga pada detailnya. Semakin banyak melihat, otak kita akan semakin terasah untuk mengkritisi hal yang ditangkap mata. Entah itu hal yang positif atau hal yang dipandang bukan dari sisi positifnya. Bahkan semut yang berjalan di dinding pun kalau diperhatikan bisa dituangkan menjadi sebuah tulisan yang luar biasa. Masih ingat kan dengan lagu Kisah Kasih di Sekolah? Sang penulis lagu itu pun pasti terinspirasi oleh deretan semut yang pernah dilihatnya.

Nah itu dia. Jadi ketika kehabisan ide menulis, kalian harus mulai mempertajam penglihatan. Karena sebenarnya apa yang ada di sekeliling kita adalah sumber inspirasi yang tidak akan pernah habis dimakan masa. So, tidak ada istilah kehabisan ide. Kita mungkin harus lebih cekatan dalam menangkap fenomena yang ada di sekitar kita dan menjadikannya sebagai ide tulisan.

Keseruan Bersama Teman Komunitas - Edisi Perdana

Ini foto pas acara hunting ke-2

Hobi fotografi sebenarnya sudah ada dalam diri saya sejak dulu. Sejak duluuuu sekali. Bahkan jauh sebelum ada HP Android yang marak sejak beberapa tahun terakhir. Dulu, saat pertama kali pegang HP dengan kamera VGA saja saya sudah hobi jepret sana-sini. Seru aja. Itu hal pertama yang saya rasakan. Kemudian kualitas kamera ponsel yang semakin meningkat, dari VGA ke 1,3 MP. 

Kemudian saya beruntung pernah merasakan bagaimana kerennya memegang kamera N Series dari Nokia. Kebetulan Nokia N73 adalah salah satu HP yang pernah menemahi hari-hari saya. HP dengan kamera 3,2 MP itu juga sangat lumayan untuk mengambil gambar. Apalagi dengan adanya fitur auto fokus. Benar-benar sudah seperti digitar kamera saja.

Sejak saat itu saya benar-benar menyukai dunia fotografi dan bercita-cita menjadi fotografer wanita terkenal macam Nicholine Patricia. Siapa tahu mimpi itu bisa jadi kenyataan suatu saat nanti.

Pada awal Januari lalu, saya dan teman saya mencoba untuk mengikuti sebuah Workshop Basic Photography. Acara tersebut diselenggarakan oleh salah satu komunitas fotografer di Tegal pada grand opening sebuah rumah makan. Kala itu saya berangkat bersama dua teman yang lain. Dengan lenggangnya begitu tiba di lokasi kami langsung mendaftar ulang. Dan cukup dibuat kaget juga saat melihat kalau orang-orang yang hadir membawa kamera DLRS mereka masing-masing.

Ibaratnya anak ABG, kita itu yang paling cupu di antara mereka semua. Kita belum tahu apa-apa tentang kegiatan-kegiatan seperti ini. Dan memang sangat fatal ketika menghadiri acara workshop fotografi dan hunting bersama tanpa membawa kamera. Mental kami sempat down kala itu. Tapi untungnya ada salah satu teman yang bersedia meminjamkan kameranya. Di situlah saya mulai merasakan kesan positif pada acara ini. Teman-teman komunitas yang sangat welcome membuat kami tak canggung lagi. Bahkan insiden kamera tanpa memori pun berhasil diatasi setelah salah satu panitia bersedia meminjamkan memorinya. Saya pribadi semakin mencintai komunitas ini.

Semua orang yang ada di sekeliling kami adalah orang-orang baru bagi kami. Tapi mereka begitu senang menyambut keberadaan kami yang masih cupu-cupu ini. Mereka memang para fotografer andal, bahkan beberapa di antaranya bisa dibilang sudah profesional. Nampaknya kegiatan semaca ini memang harus sering diadakan untuk dapat meningkatkan skill serta kecintaan para fotografer pemula. Saya pun begitu, berharap bisa belajar banyak dari teman-teman komuitas.

Kemudian pada bulan berikutnya, komunitas fotografi pantura mengadakan even silaturahmi sekaligus acara hunting bareng di Guci. Itu adalah salah satu acara yang saya hadiri dengan peserta yang cukup banyak. Bahkan tak sedikit pula para fotografer dari luar kota yang sengaja datang ke Tegal.